Tips Menggunakan E-Money Untuk Transaksi Agar Hemat

Terdapat berapa banyak aplikasi uang digital alias e- money yang ada di ponsel Kamu salah satu nya yaitu linkaja yang sudah banyak digunakan oleh masyarakat? transaksi apa pun dengan linkaja lebih mudah dan praktis.



Apakah Kamu sangat bergantung pada e- money? Pemakaian uang digital dikala ini seolah tidak dapat dilepaskan dari keseharian. Apalagi, untuk sebagian orang, bisa jadi lebih sering membayar memakai e- money dibanding secara tunai alias cash. Namun, sempatkah Kamu berhitung, pemakaian e- money yang mempermudah ini lebih banyak menghabiskan kantong? Bermacam penawaran, diskon, cashback, serta poin yang menjanjikan mendesak banyak orang memakai e- money sehingga, tanpa disadari metode ini memforsir konsumen jadi lebih konsumtif. Nah, gimana panduan bijak memakai e- money supaya tidak buat boros?

Beberapa pakar keuangan pula menegaskan kalau pemakaian e- money dapat mendesak sikap konsumtif serta membuat konsumen cenderung berbelanja secara impulsif. Belanja impulsif merupakan belanja yang dicoba tanpa terencana. Sementara itu, benda/ jasa yang dibeli tidak diperlukan.

Bila yang terjalin malah lebih boros, terdapat baiknya Kamu mulai berlagak bijak memakai e- money. Gimana panduan bijak memakai e- money supaya tidak buat boros?

1. Pahami alibi Kamu memakai e- money

Misalnya, Kamu memakai e- money sebab kebutuhan buat membayar ongkos transportasi, semacam naik commuter line, transportasi online, ataupun tarif tol, serta lain- lain.

2. Pakai e- money cocok tujuan

Bila memanglah Kamu memakainya buat kepentingan bayaran transportasi, hingga jangan pakai e- money buat tujuan yang lain, semacam berbelanja.

3. Jangan gampang tergiur dengan promo

Kerapkali aplikasi penyedia e- money membagikan bermacam- macam tawaran yang dapat membuat Kamu tergoda. Belanja demi memperoleh cashback serta poin, kerapkali membuat hitam mata. Jangan gegabah ya.

4. Ingat, e- money sama saja dengan uang tunai

Secara psikologis, menghasilkan uang tanpa menyentuhnya bisa jadi tidak terasa. Bayangkan, apakah ada kelainannya bila Kamu cuma memegang fitur“ pay” pada aplikasi e- money buat melaksanakan transaksi sebesar Rp200. 000, dibanding dengan menghasilkan uang Rp200. 000 dari dompet Kamu? Jadi, membayar memakai e- money ataupun uang cash, sebetulnya nilainya sama.

5. Batasi saldo e- money

Misalnya, aplikasi A senantiasa teratur digunakan buat transportasi tiap hari, hingga isilah cocok kebutuhan. Aplikasi yang lain yang ditujuan buat kepentingan berbeda pula dapat diperlakukan sama. Tanpa menghalangi besaran saldo yang Kamu isi, perihal itu berpeluang membuat Kamu jadi lebih boros.

Post a Comment

0 Comments